Senin, 29 Desember 2025

Tugas Mandiri 14

 

Analisis Scale-Up Evermos

Pendahuluan

Evermos adalah startup social commerce Indonesia yang berdiri pada tahun 2018. Berbeda dari marketplace besar, Evermos membangun pertumbuhan dengan memberdayakan reseller individu (mayoritas ibu rumah tangga dan UMKM kecil) di kota-kota tier 2 dan tier 3. Model ini membuat Evermos tumbuh tanpa mengandalkan iklan digital besar-besaran.

A. Fase Transisi (The Turning Point)

Momen Transisi Kunci

Evermos mulai memasuki fase scale-up pada 2021–2022, saat mereka beralih dari startup eksperimen komunitas menjadi platform reseller nasional.

Indikator Utama

  1. Pendanaan Seri B (2022) yang digunakan untuk memperkuat teknologi dan rantai pasok

  2. Pertumbuhan jumlah reseller aktif hingga ratusan ribu pengguna

  3. Perluasan kategori produk (tidak hanya fesyen muslim, tapi juga FMCG & kebutuhan rumah tangga)

➡️ Makna Transisi
Evermos berhasil membuktikan bahwa model berbasis komunitas dapat menghasilkan Product–Market Fit yang kuat di luar kota besar.

B. Strategi Penggerak Skala (The Scale Drivers)

1. Inovasi Teknologi

Evermos tidak fokus pada teknologi kompleks, tetapi pada teknologi yang inklusif:

  • Aplikasi ringan (low bandwidth)

  • Dashboard reseller sederhana

  • Otomatisasi katalog, stok, dan pengiriman

➡️ Mengapa efektif?
Karena target pasar mereka bukan tech-savvy urban users, melainkan masyarakat umum di daerah.

2. Model Bisnis (Community-Driven Growth)

Berbeda dari marketplace tradisional:

  • Evermos tidak menjual langsung ke konsumen

  • Reseller menjadi ujung tombak penjualan

  • Pertumbuhan terjadi melalui network effect sosial, bukan iklan mahal

➡️ Dampak:

  • CAC sangat rendah

  • Pertumbuhan organik dan berkelanjutan

3. Manajemen SDM & Organisasi

Saat scale-up, Evermos:

  • Memisahkan tim teknologi, supply chain, dan community management

  • Menambah tim lapangan (community officer) di berbagai daerah

  • Mengubah struktur dari startup flat menjadi organisasi regional

➡️ Ini krusial karena tantangan utama Evermos adalah operasional offline + online sekaligus.

C. Analisis Metrik & Pendanaan

Pendanaan

  • Seri C (2023): USD 39 juta

  • Investor: IFC (World Bank Group), Jungle Ventures, Shunwei Capital

Unit Economics

Elemen        Analisis Evermos
CAC        Sangat rendah (word of mouth komunitas)
LTV        Tinggi (reseller berjualan berulang)
Burn Rate        Lebih terkendali dibanding marketplace
Churn        Relatif rendah karena ikatan komunitas

➡️ Alasan investor percaya:
Evermos memiliki path to profitability yang lebih jelas dibanding startup consumer lain.

D. Pelajaran yang Dipetik (Lessons Learned)

Keputusan Berisiko tapi Berconfirmasi

👉 Fokus pada kota kecil dan reseller mikro, saat startup lain berebut kota besar.
Risiko: daya beli lebih rendah.
Hasil: pasar loyal, kompetisi minim, dan pertumbuhan stabil.

Menjaga Identitas di Tengah Scale-Up

Evermos tetap mempertahankan:

  • Misi pemberdayaan ekonomi

  • Nilai religius & etika bisnis

  • Pendekatan komunitas, bukan transaksional

Ini membuat brand tidak kehilangan trust, meski tumbuh cepat.

Visualisasi Pertumbuhan (Ilustratif)

Tahun                Jumlah Reseller
2019                <10.000
2021                ±100.000
2023                >500.000

📈 Pola ini menunjukkan scale-up berbasis jaringan manusia, bukan iklan.

Kesimpulan Pribadi

Menurut saya, pertumbuhan Evermos cukup berkelanjutan (sustainable) karena:

  1. CAC rendah & LTV tinggi

  2. Tidak bergantung pada diskon besar

  3. Model berbasis komunitas sulit ditiru cepat

Namun risikonya adalah:

  • Kompleksitas operasional lapangan

  • Ketergantungan pada loyalitas reseller

➡️ Kesimpulan akhir: Evermos adalah contoh scale-up berbasis dampak sosial + ekonomi, bukan sekadar pertumbuhan agresif.

Tugas Mandiri 13

 

LAPORAN PROFIL ANALITIS

LEMBAGA PENDUKUNG KEWIRAUSAHAAN
Objek: PLUT-KUMKM Kabupaten Buleleng

A. Identitas Lembaga

Nama Lembaga
Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(PLUT-KUMKM Kabupaten Buleleng)

Alamat/Lokasi
Jl. A. Yani, Singaraja,
Kabupaten Buleleng, Bali. Plut Buleleng Kab

Kanal Komunikasi

Status Lembaga
Lembaga pemerintah daerah (UPTD) di bawah Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng. Dinas Perdagangan Buleleng

B. Inventarisasi Layanan (Services Offered)

PLUT-KUMKM Buleleng bertindak sebagai rumah layanan terpadu untuk UMKM dan koperasi di wilayahnya, antara lain:

1. Pendampingan & Konsultasi Bisnis

  • Konsultasi dan pendampingan teknis bisnis UMKM termasuk strategi usaha. Instagram

  • Pendampingan pembuatan NIB dan layanan administrasi dasar UMKM sering dilakukan pada event-event PLUT. Instagram

2. Layanan Kemasan Produk

  • Fasilitas layanan kemasan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan mutu, daya tarik, dan daya saing produk di pasar. Dinas Perdagangan Buleleng

3. Pelatihan & Kegiatan Pemberdayaan

  • Pelatihan literasi digital untuk UMKM. Instagram

  • Layanan foto produk, konsultasi branding, dan program konseling bisnis. Instagram

4. Fasilitasi Jejaring & Promosi

  • Kolaborasi dengan lembaga lain seperti PNM untuk memperkuat UMKM lokal. Instagram

  • “PLUT Buleleng Goes to UMKM”, kegiatan pelatihan turun langsung ke pelaku usaha. Dinas Perdagangan Buleleng

5. Marketplace & Support Digital

  • Ada halaman Buleleng Mall di situs PLUT yang menyediakan katalog dan pemasaran online. Plut Buleleng Kab

C. Analisis Aksesibilitas

Bagaimana Mahasiswa Mengakses Layanan

  1. Datang langsung ke gedung PLUT di Jl. A. Yani, Singaraja. Plut Buleleng Kab

  2. Mengikuti program pelatihan, konsultasi, atau event UMKM yang diumumkan di Instagram @plutbuleleng. Instagram

  3. Mendaftar melalui kontak PLUT melalui media sosial atau Dinas UKM setempat.

Persyaratan

  • Tidak harus memiliki usaha yang sudah berjalan.

  • Tidak wajib memiliki omzet.

  • Terbuka untuk mahasiswa, pelaku usaha pemula, dan masyarakat umum.

Kenyamanan bagi Pemula
PLUT-KUMKM memberikan layanan yang inklusif dan mudah diakses, terutama untuk:

  • Mahasiswa yang baru merintis ide bisnis

  • UMKM skala mikro yang masih dalam tahap awal

D. Penilaian Kritis (Refleksi Personal)

Kelebihan

  1. Layanan beragam dan nyata, mulai dari konsultasi bisnis sampai pelatihan kemasan dan pemasaran. Dinas Perdagangan Buleleng+1

  2. Program digitalisasi mendukung pemasaran online produk UMKM. Instagram

  3. Kolaborasi dengan lembaga lain memperluas jejaring usaha. Instagram

Kekurangan

  1. Situs web resmi sering mengalami gangguan sehingga akses informasi kurang maksimal. Plut Buleleng Kab

  2. Fasilitas produksi fisik (mis. mesin produksi) belum menjadi fokus utama.

  3. Kegiatan mungkin lebih dominan di wilayah lokal (Buleleng), sehingga mahasiswa luar daerah perlu adaptasi.

Relevansi bagi Ide Bisnis Pribadi

Jika saya memiliki ide bisnis (misalnya produk kreatif atau makanan UMKM), layanan yang paling dibutuhkan adalah:

  • Layanan kemasan, karena meningkatkan daya tarik produk dan siap jual. Dinas Perdagangan Buleleng

  • Pelatihan pemasaran digital, agar produk dapat dikenal secara online. Instagram

  • Konsultasi bisnis untuk strategi usaha, demi membentuk rencana usaha yang matang. Instagram

E. Dokumentasi Observasi

Rekomendasi bukti observasi yang bisa dilampirkan:




Kesimpulan

PLUT-KUMKM Kabupaten Buleleng merupakan lembaga layanan terpadu yang memberi dukungan penting bagi UMKM dan wirausaha pemula melalui pendampingan, pelatihan, layanan kemasan, digitalisasi, dan jejaring usaha. Kelebihan utamanya adalah akses layanan komprehensif, sedangkan kekurangannya terkait dengan akses situs web dan fasilitas produksi fisik.


Kamis, 25 Desember 2025

Tugas Mandiri 15

 

Riset Tren Kewirausahaan Global & Peluang Digital

1. Ringkasan Tren Global

Salah satu tren kewirausahaan global paling revolusioner saat ini adalah Artificial Intelligence (AI) for Small Business. Berdasarkan berbagai laporan industri global, AI tidak lagi terbatas pada perusahaan besar, melainkan semakin mudah diakses oleh usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui platform cloud, low-code tools, dan API siap pakai.

Laporan Gartner Top Strategic Technology Trends dan McKinsey Global Institute menyoroti bahwa AI generatif (Generative AI) menjadi pendorong utama transformasi bisnis karena mampu meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data. Tren ini penting karena mayoritas pelaku usaha di dunia—termasuk di Indonesia—berada pada skala mikro dan kecil, namun masih minim adopsi teknologi canggih.

Dengan meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan media sosial, kebutuhan akan solusi bisnis berbasis AI yang murah, praktis, dan mudah digunakan menjadi peluang kewirausahaan digital yang sangat besar.

2. Bukti Data dan Fakta Pendukung

Beberapa data global yang mendukung pentingnya tren ini antara lain:

  • Menurut McKinsey (2023), adopsi AI berpotensi meningkatkan produktivitas bisnis hingga 20–40% pada sektor layanan dan perdagangan.

  • Laporan Google–Temasek–Bain e-Conomy SEA (2023) menyebutkan bahwa ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD 300 miliar pada 2025, dengan UMKM sebagai kontributor utama.

  • World Economic Forum (2024) menegaskan bahwa AI akan menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan dan peluang usaha baru dibandingkan pekerjaan yang tergantikan oleh otomatisasi.

  • Di Indonesia, lebih dari 64 juta UMKM masih menghadapi masalah efisiensi operasional dan layanan pelanggan (Kementerian Koperasi & UKM).

Data ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara potensi teknologi AI dan kemampuan UMKM dalam mengadopsinya, yang membuka peluang bisnis baru.

3. Analisis Peluang Bisnis Digital

Ide Peluang Usaha

Jasa AI Virtual Assistant untuk UMKM Online

Masalah yang Diselesaikan

Banyak UMKM online (penjual di WhatsApp, Instagram, dan marketplace) menghadapi masalah:

  • Respon chat pelanggan lambat

  • Kewalahan menjawab pertanyaan berulang

  • Kehilangan calon pembeli karena admin tidak selalu aktif

  • Tidak memiliki dana untuk merekrut customer service profesional

Solusi yang Ditawarkan

Menyediakan AI Virtual Assistant berbasis chatbot yang mampu:

  • Membalas chat pelanggan otomatis 24/7

  • Menjawab FAQ (harga, stok, pengiriman)

  • Mencatat pesanan sederhana

  • Terintegrasi dengan WhatsApp Business atau Instagram DM

Teknologi Digital Kunci

  • AI Generative (ChatGPT API / LLM)

  • Cloud Computing (hosting chatbot)

  • No-code / Low-code tools (seperti chatbot builder)

  • Integrasi API WhatsApp Business

Target Pasar

  • UMKM online (kuliner, fashion, skincare, reseller)

  • Penjual Instagram & WhatsApp Shop

  • Usaha mikro dengan 1–5 karyawan

4. Strategi Adaptasi & Implementasi dengan Modal Minimal

Usaha ini dapat dimulai dengan modal rendah melalui langkah berikut:

  1. Membangun MVP (Minimum Viable Product)
    Menggunakan platform chatbot no-code dan API AI untuk membuat prototipe chatbot sederhana.

  2. Segmentasi Pasar Lokal
    Menyasar UMKM di lingkungan sekitar, komunitas online, dan pelaku usaha di media sosial.

  3. Model Bisnis Berlangganan

    • Paket Basic: Rp100.000/bulan

    • Paket Pro: Rp250.000/bulan

    • Paket Custom untuk UMKM skala menengah

  4. Pemasaran Digital Organik

    • Edukasi di TikTok & Instagram tentang “AI untuk UMKM”

    • Studi kasus sebelum–sesudah menggunakan chatbot

    • Testimoni pengguna awal

  5. Skalabilitas Global
    Layanan dapat diperluas ke pasar regional karena berbasis digital tanpa batas geografis.

Strategi ini menunjukkan bagaimana tren global AI dapat diadaptasi secara realistis dan aplikatif dalam konteks lokal Indonesia.

5. Kesimpulan

Tren Artificial Intelligence for Small Business merupakan peluang kewirausahaan digital yang sangat menjanjikan. Dengan menggabungkan kebutuhan nyata UMKM dan kemajuan teknologi AI, muncul peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak sosial. Adaptasi tren global ke konteks lokal menjadi kunci keberhasilan wirausaha di era digital.

6. Daftar Referensi

  1. Gartner. Top Strategic Technology Trends.
    https://www.gartner.com/en/insights

  2. McKinsey & Company. The State of AI & Digital Transformation.
    https://www.mckinsey.com/featured-insights

  3. Google, Temasek & Bain. e-Conomy SEA Report.
    https://thinkwithgoogle.com

  4. World Economic Forum. The Future of Jobs Report.
    https://www.weforum.org/reports

  5. Deloitte Insights. Global Entrepreneurship & Digital Business Trends.
    https://www2.deloitte.com/insights


Sabtu, 06 Desember 2025

Tugas Mandiri 10

 Produk & Target Pasar

Produk: Green coffee beans (biji kopi mentah, contoh: Arabika Indonesia).
Negara target utama: Jerman (pasar masuk Uni Eropa yang besar untuk kopi specialty dan komoditas).
Alasan singkat: permintaan kopi specialty/green bean tinggi di pasar EU; Jerman merupakan hub distribusi untuk seluruh Uni Eropa.


Bagian I — Analisis Regulasi dan Hambatan

1) Klasifikasi Produk (HS Code)
Estimasi HS (6 digit) untuk green coffee (tidak dipanggang, tidak didekafeinasi): 090111 (penuh di kode 0901.11 / TARIC 0901 11 00). HS ini umum dipakai untuk “Coffee, not roasted, not decaffeinated”. Indonesia-Coffee.com+1

Kegunaan HS Code:

  • Mengidentifikasi produk secara internasional untuk kepabeanan, tarif, dan statistik perdagangan.

  • Menentukan tarif bea masuk, regulasi impor/ekspor, dan persyaratan teknis (contoh: kode berbeda untuk decaffeinated, roasted). HS memudahkan klaim preferensi asal dan pembuatan dokumen ekspor.

2) Dokumen Ekspor Dasar (pilih tiga utama yang wajib disiapkan)

  1. Commercial Invoice — rincian barang, harga, syarat penjualan; dasar penilaian bea/cukai pembeli.

  2. Packing List — rincian isi kemasan, berat bersih/kotor, dimensi; memudahkan pemeriksaan fisik.

  3. Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill (AWB) — bukti pengangkutan dan dokumen negosiasi untuk pembayaran (L/C) atau klaim barang.

Selain itu, di Indonesia biasanya ada Export Declaration / Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) untuk kepabeanan.

3) Perizinan Khusus dari Otoritas Indonesia

  • Phytosanitary Certificate (Sertifikat Kesehatan Tumbuhan) yang diterbitkan oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) untuk ekspor tanaman/produk tumbuhan seperti biji kopi. Dokumen ini memastikan barang bebas hama dan memenuhi persyaratan plant-health negara tujuan. Karantina Indonesia+1

  • (Opsional untuk segmen tertentu) Sertifikat mutu/organik, sertifikat Rainforest Alliance/Fairtrade bila pembeli minta.

4) Analisis Regulasi Impor Negara Target (Jerman / Uni Eropa)

  • Tarif Bea Masuk (Import Duty):
    Menurut basis data Access2Markets (EU), impor green coffee dari Indonesia (HS 0901.11) ke Jerman/EU umumnya memiliki tarif 0% (duty-free) pada pos tersebut (cek TARIC untuk konfirmasi akhir per shipment). Artinya tarif MFN untuk biji kopi tidak dikenakan bea masuk di EU. trade.ec.europa.eu

    Preferensi tarif: Indonesia belum memiliki FTA menyeluruh dengan EU; oleh karena itu preferensi tarif khusus (mis. tarif preferensi asal) kurang relevan untuk kopi kasar yang sudah duty-free. Namun untuk produk olahan tertentu atau negara tujuan lain, cek perjanjian preferensi/dokumen asal (SKA) bila diperlukan.

  • Hambatan Non-Tarif (NTB) — yang paling mungkin dihadapi:
    Persyaratan karantina / phytosanitary dan kepatuhan terhadap pesticide maximum residue limits (MRLs) dan standar kebersihan. Uni Eropa mensyaratkan phytosanitary certificate untuk banyak produk tumbuhan dan dapat melakukan pemeriksaan masuk; juga buyer/EU sering meminta dokumentasi traceability dan pengujian sisa pestisida. Food Safety+1

    Cara mengatasi:

    • Pastikan tiap shipment dilengkapi Phytosanitary Certificate dari Barantan (prosedur pengambilan sampel dan inspeksi pra-kap). Karantina Indonesia

    • Terapkan program QA/QC: pengujian laboratorium internal/eksternal untuk MRL pesticide, kebersihan, dan sertifikasi traceability.

    • Siapkan dokumen traceability (lot number, asal lahan, tanggal panen) dan sertifikat organik / sustainability bila diperlukan oleh pembeli.


Bagian II — Tantangan & Strategi

4) Pilihan Incoterm untuk transaksi awal
Dipilih: FOB (Free On Board) — named port of shipment (Incoterms 2020).
Alasan: FOB umum dipakai untuk komoditas agrikultur bulk (green beans). Seller bertanggung jawab hingga barang dimuat ke kapal di pelabuhan pengiriman; pembeli menanggung pengangkutan laut selanjutnya, asuransi, dan biaya impor. FOB mempermudah eksportir skala menengah yang mengatur pengiriman sampai kapal namun tidak menanggung risiko laut atau biaya asuransi ocean freight.

Titik transfer risiko: Risiko berpindah dari penjual ke pembeli ketika barang telah melewati rail kapal / telah dimuat ke kapal di pelabuhan keberangkatan yang disebutkan dalam kontrak (barang “on board”). Setelah itu, pembeli menanggung risiko kerusakan/hilangnya barang. (Incoterms 2020).

5) Strategi Manajemen Risiko (tabel)

TantanganStrategi Mitigasi (Langkah Praktis)
Fluktuasi Nilai Tukar (kurs)1. Faktur dalam mata uang stabil internasional (USD/EUR) untuk mengurangi risiko nilai tukar; 2. Gunakan hedging sederhana (forward contract) bersama bank untuk kontrak besar; 3. Atur klausul penyesuaian harga (currency adjustment clause) pada kontrak jangka menengah.
Sengketa Perdagangan Internasional1. Cantumkan klausul penyelesaian sengketa (arbitrase, lembaga ICC/London) dan hukum yang berlaku pada kontrak; 2. Dokumentasi lengkap (CI, B/L, sertifikat) untuk bukti; 3. Diversifikasi pasar (tidak tergantung 1 importir) dan asuransi kredit/risiko politik bila diperlukan.

6) Pertimbangan Etika & Budaya (Jerman / pasar EU)
Aspek budaya/etika penting: tinggi perhatian pada keberlanjutan, kualitas, dan transparansi — pembeli Jerman/Uni Eropa sering menuntut bukti keberlanjutan (mis. sertifikat organik, Fairtrade, Rainforest Alliance) serta kepatuhan lingkungan dan traceability.

Implementasi komunikasi/negosiasi:

  • Gunakan komunikasi yang formal, langsung, dan berbasis data (sertifikat, hasil lab, laporan traceability).

  • Tawarkan dokumentasi lengkap sebelum pengiriman (SOP produksi, sertifikat, hasil pengujian).

  • Tekankan komitmen jangka panjang pada kualitas dan praktik berkelanjutan — ini membangun kepercayaan dan mempermudah negosiasi harga/volume.


Penutup

Ringkas: ekspor biji kopi (HS 090111) ke Jerman/EU memberi peluang kuat karena tarif impor untuk kode ini umumnya 0%, namun kunci kepatuhan adalah phytosanitary certificate, kepatuhan MRL, dan standar keberlanjutan; FOB cocok untuk transaksi awal; mitigasi risiko mencakup hedging kurs dan klausul kontrak/arbitrase. Sumber: data HS & aturan EU, serta pedoman karantina Indonesia. cbi.eu+4