Muthazam Al
Syakhih 41324010016 AE16
RENCANA OPERASIONAL DAN PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU USAHA
Usaha Produksi: Keripik Pisang “CrispyBan” (UMKM Makanan
Ringan)
1. Deskripsi
Produk dan Proses Produksi
1.1 Deskripsi
Produk
Keripik pisang
“CrispyBan” merupakan makanan ringan berbahan dasar pisang kepok pilihan yang
diiris tipis dan digoreng menggunakan minyak berkualitas, kemudian diberi
varian rasa (original, balado, cokelat). Produk dikemas dalam kemasan standing
pouch berlabel dan siap dipasarkan secara offline maupun online.
1.2 Proses
Produksi
Proses produksi
dilakukan secara batch (berdasarkan pesanan harian) dengan tahapan:
- Sortasi dan pencucian pisang
- Pengupasan dan pengirisan
- Perendaman
- Penggorengan
- Penirisan minyak
- Pemberian bumbu
- Pengemasan
- Penyimpanan produk jadi
2. Perencanaan
Kapasitas dan Jadwal Produksi
2.1 Kapasitas
Produksi
- Kapasitas bahan baku: 50 kg pisang/hari
- Output: ±35 kg keripik/hari
- Jumlah kemasan: ±175 pack @200
gram/hari
2.2 Jadwal
Produksi Harian
|
Waktu |
Kegiatan |
|
08.00–09.00 |
Persiapan bahan
baku |
|
09.00–11.00 |
Pengirisan &
perendaman |
|
11.00–13.00 |
Penggorengan |
|
13.00–14.00 |
Penirisan &
pendinginan |
|
14.00–15.30 |
Pemberian bumbu |
|
15.30–17.00 |
Pengemasan &
penyimpanan |
3. Alokasi
Sumber Daya
3.1 Tenaga
Kerja
|
Posisi |
Jumlah |
Tugas |
|
Operator
produksi |
2 orang |
Produksi utama |
|
QC & packing |
1 orang |
Kontrol mutu
& kemasan |
|
Admin |
1 orang |
Pencatatan &
distribusi |
3.2 Bahan Baku
Utama
- Pisang kepok
- Minyak goreng
- Bumbu rasa
- Plastik kemasan
- Label produk
3.3 Peralatan
Produksi
- Mesin pengiris
- Wajan besar & kompor gas
- Spinner peniris minyak
- Timbangan digital
- Sealer kemasan
4. Layout
Fasilitas dan Alur Kerja
4.1 Layout
Fasilitas (Sketsa Sederhana)
Gudang Bahan →
Area Cuci → Area Iris → Area Goreng
↓
Area Tiriskan → Area
Bumbu
↓
Area Packing → Gudang
Produk Jadi
4.2 Prinsip
Layout
- Alur satu arah (menghindari kontaminasi
silang)
- Pemisahan area basah dan kering
- Dekat antar proses untuk efisiensi
waktu
5. Estimasi
Biaya Operasional dan Waktu Siklus
5.1 Estimasi
Biaya Operasional Harian
|
Komponen |
Biaya (Rp) |
|
Bahan baku |
750.000 |
|
Tenaga kerja |
400.000 |
|
Gas &
listrik |
150.000 |
|
Kemasan |
300.000 |
|
Total |
1.600.000 |
5.2 Waktu
Siklus Produksi
- Total waktu proses: ±8 jam/batch
- Waktu per kemasan: ±3 menit/pack
6. Prosedur
Pengendalian Mutu (Quality Control)
6.1 Standar
Kualitas Produk
- Visual: warna kuning keemasan,
tidak gosong
- Tekstur: renyah, tidak berminyak
- Rasa: konsisten sesuai varian
- Keamanan: bebas benda asing, kemasan tertutup rapat
6.2 Tahapan
Inspeksi dan Metode Pengujian
|
Tahap |
Metode QC |
|
Bahan baku |
Inspeksi visual |
|
Proses goreng |
Kontrol suhu
& waktu |
|
Produk jadi |
Uji rasa &
tekstur |
|
Kemasan |
Uji kebocoran |
6.3 Sistem
Pencatatan Cacat Produk
Contoh Formulir
QC
|
Tanggal |
Batch |
Jenis Cacat |
Jumlah |
Tindakan |
|
10/10 |
B-01 |
Gosong |
5 pack |
Ditolak |
6.4 Tindakan
Korektif dan Preventif
- Korektif: penyesuaian suhu
minyak, pelatihan ulang operator
- Preventif: SOP tertulis,
checklist harian mesin
6.5 Peran Tim
QC dan Pelatihan
- QC bertanggung jawab inspeksi dan
laporan harian
- Pelatihan karyawan tiap 3 bulan:
o Higienitas
o SOP
produksi
o Kesadaran
mutu
7. Pendekatan
Manajemen Mutu
7.1 Penerapan
PDCA
- Plan: standar kualitas & SOP
- Do: produksi sesuai SOP
- Check: inspeksi mutu
- Act: perbaikan berkelanjutan
7.2 Kaizen
- Evaluasi mingguan
- Usulan perbaikan dari karyawan
- Fokus pengurangan cacat &
pemborosan
8. Diagram Alur
Proses & Mutu
9. Kesimpulan
Rencana
operasional dan sistem pengendalian mutu pada usaha Keripik Pisang “CrispyBan”
dirancang secara realistis dan terstruktur. Dengan penerapan prinsip manajemen
produksi dan mutu seperti PDCA dan Kaizen, usaha mampu menjaga konsistensi
kualitas produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta memenuhi kepuasan
pelanggan.
